| KDA - Sosial |
|
|
|
Halaman ke 1 dari 2 Kebijaksanaan pokok dalam pembangunan di bidang kesejahteraan sosial ditujukan untuk mendorong perkembangan kesadaran, rasa tanggung jawab sosial, dan kemampuan golongan-golongan masyarakat tertentu guna mengatasi masalah-masalah yang dihadapi dalam kehidupan masyarakat serta tewujudnya partisipasi mereka dalam pembangunan kesejahteraan sosial. Dengan demikian diharapkan makin meningkatnya usaha-usaha pembangunan oleh masyarakat sendiri. Usaha tersebut meliputi kegiatan di bidang Pendidikan, Agama, Kesehatan, Keluarga Berencana, Keamanan dan Ketertiban Masyarakat, serta kegiatan sosial lainnya 4.1. Pendidikan Sebagaimana yang diamanatkan oleh GBHN, maka sasaran pembangunan pendidikan dititikberatkan pada peningkatan mutu dan perluasan kesempatan belajar disemua jenjang pendidikan yaitu mulai dari Taman Kanak-kanak sampai dengan Perguruan Tinggi. Upaya peningkatan mutu pendidikan yang ingin dicapai tersebut dimaksudkan untuk menghasilkan manusia seutuhnya. Sedangkan perluasan kesempatan belajar dimaksud agar penduduk usia sekolah yang setiap tahun mengalami peningkatan sejalan dengan laju pertumbuhan penduduk untuk dapat memperoleh kesempatan pendidikan yang seluas-luasnya. Pelaksanaan pembangunan pendidikan di Kota Kendari selama ini mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Indikator yang dapat mengukur tingkat perkembangan pembangunan pendidikan di Kota Kendari seperti sekolah (banyaknya ruang belajar), guru dan murid, disajikan pada Tabel 4.1.1 sampai dengan Tabel 4.1.9. Pada Tabel 4.1.1 dan gambar 4.1, memberikan informasi tentang banyaknya sekolah menurut jenjang pendidikan. Pada tahun pelajaran 2006/2007 jumlah TK mengalami penurunan dibanding tahun pelajaran 2005/2006, yakni turun 2 unit. Namun jumlah gurunya bertambah 18 orang yaitu dari 250 orang pada tahun pelajaran 2005/2006 menjadi 268 orang. Tetapi jumlah muridnya mengalami penurunan yaitu dari 2.874 tahun 2005/2006 menjadi 2.088 orang tahun 2006/2007. Sedangkan rasio antara murid terhadap guru sebesar 11 pada tahun 2005/2006 dan 7 pada tahun pelajaran 2006/2007. Jumlah Sekolah Dasar pada tahun pelajaran 2006/2007 mengalami penurunan sebesar 5 unit, yaitu pada tahun pelajaran 2005/2006 sebanyak 123 unit menjadi 118 unit pada tahun pelajaran 2006/2007, jumlah muridnya mengalami penurunan dari 35.275 orang tahun pelajaran 2005/2006 menjadi 32.368 orang tahun pelajaran 2006/2007 dan jumlah guru mengalami peningkatan dari 1.424 orang tahun pelajaran 2005/2006 menjadi 1.600 orang pada tahun pelajaran 2006/2007. Rasio antara murid terhadap guru sebesar 24 pada tahun 2005/2006 dan 20 pada tahun 2006/2007. Jumlah Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama (SLTP) pada tahun pelajaran 2006/2007 terdapat 38 unit, bertambah 12 unit jika dibandingkan dengan tahun pelajaran 2005/2006 sebanyak 26 unit SLTP. Jumlah guru pun meningkat 262 orang yakni dari 677 orang pada tahun 2005/2006 menjadi 939 orang pada tahun 2006/2007, demikian pula jumlah murid juga mengalami peningkatan dari 9.154 orang pada tahun 2005/2006 menjadi 11.244 orang pada tahun 2006/2007. Rasio antara murid terhadap guru rata-rata 12 orang pada tahun pelajaran 2006/2007. Jumlah Sekolah Lanjutan Tingkat Atas (SLTA) pada tahun pelajaran 2006/2007 terdapat 35 unit, meningkat 12 unit bila dibandingkan dengan tahun pelajaran 2005/2006 yang berjumlah 23 unit. Jumlah guru mengalami peningkatan 700 orang yakni dari 514 orang di tahun 2005/2006 menjadi 1.214 orang di tahun pelajaran 2006/2007. Jumlah murid meningkat 2.933 orang yakni dari 10.688 orang tahun 2005/2006 menjadi 13.621 orang di tahun 2006/2007. Pada Tahun 2006/2007 rasio murid terhadap guru rata-rata sebanyak 11. Jumlah Perguruan Tinggi Negeri dan swasta di Kota Kendari pada tahun pelajaran 2005/2006 sebanyak 8 unit dan menampung mahasiswa sebanyak 17.403 orang (semester ganjil) dan 15.692 pada semester geanp dengan tenaga dosen tetap dan tidak tetap sebanyak 1.256 orang. Data lebih detail terlihat pada Tabel 4.1.7 sampai dengan Tabel 4.1.10. 4.2. Kesehatan Seperti digariskan dalam GBHN, salah satu perwujudan daripada usaha mencapai keadilan sosial adalah dengan menguasahakan kesempatan yang lebih luas bagi setiap warganya untuk mendapatkan derajat kesehatan yang sebaik-baiknya sesuai dengan kemampuan yang ada. Perbaikan pemeliharaan kesehatan rakyat dilaksanakan dalam rangka peningkatan dan pemupukan kemampuan tenaga kerja bagi keperluan pembangunan, serta untuk meningkatkan terwujudnya kesejahteraan rakyat. Untuk mencapai sasaran pembangunan bidang kesehatan di Kota Kendari, tetap digiatkan pelaksanaan pembangunan sarana dan prasarana pelayanan kesehatan. Tabel 4.2.1 dan Tabel 4.2.2 menggambarkan jumlah fasilitas kesehatan (rumah sakit, puskesmas dan puskesmas pembantu) dan banyaknya tenaga kesehatan di Kota Kendari untuk lima tahun terakhir. Tenaga kesehatan (tenaga medis dan para medis), sebagaimana disajikan pada Tabel 4.2.1. Tenaga kesehatan tersebut pada tahun 2006 terdiri dari dokter umum 42 orang, dokter gigi 14 orang, apoteker 4 orang. Tenaga perawat mengalami kenaikan dari 122 orang di tahun 2005 menjadi 201 orang di tahun 2006. Adapun tenaga kesehatan lainnya meningkat dari 83 orang menjadi 120 di tahun 2006. Pada Tabel 4.2.3 disajikan data bayi yang diimunisasi menurut jenis vaksin, dari 9 jenis vaksin tersebut masing-masing terdiri dari BCG 6.024 orang, DPT.1 sebanyak 6.232 orang, DPT.2 sebanyak 6.229 orang, DPT.3 sebanyak 5.637 orang, Polio.1 sebanyak 6.097 orang, Polio.2 sebanyak 6.007 orang, Polio.3 sebanyak 6.059 orang, Polio.4 sebanyak 6.601 orang dan Campak sebanyak 6.320 orang. Pada Tabel 4.2.5 disajikan data penderita penyakit terhadap 26 jenis penyakit. Dari Tabel tersebut terlihat penderita penyakit yang terbanyak pada tahun 2006 adalah penyakit diare sebanyak 7.258 orang, ISPA sebanyak 5.699 orang, Malaria Klinis sebanyak 3.158 orang, dan TB Paru Klinis sebanyak 1.193 orang. 4.3. Peradilan Keamanan dan ketertiban merupakan salah satu kebutuhan yang selalu didambakan oleh masyarakat, baik dalam kehidupan beragama maupun dalam kehidupan bermasyarakat. Untuk itu pemerintah dan masyarakat selalu mengupayakan berbagai usaha guna terciptanya kehidupan yang aman dan tertib. Gambaran bidang keamanan di Kota Kendari disajikan pada Tabel 4.3.1 sampai dengan Tabel 4.3.8. Jumlah terdakwa yang diajukan ke sidang pengadilan pada tahun 2006 sebanyak 442 orang. Jumlah tersebut terdiri dari laki-laki sebanyak 434 orang dan perempuan sebanyak 8 orang, dan jika dibandingkan dengan keadaan tahun 2005 laki-laki sebanyak 386 orang dan perempuan 31 orang. Pada Tabel 4.3.7 disajikan jumlah kejahatan yang dilaporkan kepada pihak kepolisian di Kota Kendari selama tahun 2006 sebesar 1.058 kasus dan jika dibandingkan dengan jumlah kejahatan yang terjadi di tahun 2005, berarti meningkat 596 kasus. Sementara itu pada Tabel 4.3.8 disajikan jumlah kejahatan yang diselesaikan oleh kepolisian sebanyak 516 kasus. 4.4. A g a m a Pembangunan di bidang agama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa diarahkan untuk menciptakan keselarasan hubungan antar manusia dengan manusia, manusia dengan penciptanya serta dengan alam sekitarnya. Kegiatan pembangunan di bidang agama seperti pembangunan sarana peribadatan, pembinaan umat beragama dan kegiatan-kegiatan keagamaan lainnya di Kota Kendari disajikan pada Tabel 4.4.1 sampai dengan Tabel 4.4.2. Jumlah pemeluk agama islam sebanyak 201.839 orang, pemeluk agama Katolik, 3.795 orang, pemeluk agama Kristen Protestan, 13.701 orang, pemeluk agama Hindu 2.084 orang dan 638 orang pemeluk agama Budha. Pada Tabel 4.4.2 disajikan tentang tempat peribadatan diantaranya adalah Mesjid sebanyak 239 buah, Mushola sebanyak 43 buah, Gereja Katholik 3 buah, Gereja Protestan sebanyak 15 buah, dan Pura/Vihara sebanyak 3 buah. 4.5. Sosial Lainnya Pembangunan di bidang sosial lainnya di Kota Kendari diarahkan untuk mewujudkan kehidupan dan penghidupan sosial, material dan spiritual, utamanya untuk mengatasi masalah-masalah sosial seperti kemiskinan, keterbelakangan, keterlantaran, kerawanan sosial dan bencana alam. Di samping itu berupaya menciptakan nuansa yang dapat menggairahkan kehidupan sodial, berwawasan luas, positif melalui pendidikan non formal, ketrampilan serta perlunya sarana hiburan dan rekreasi yang memadai. Data indikator kegiatan dibidang sosial lainnya di Kota Kendari tahun 2006, seperti disajikan pada Tabel 4.5.1 sampai dengan Tabel 4.5.5. Jumlah penyandang cacat di Kota Kendari tahun 2006 tercatat sebanyak 1.294 orang dan jompo sebanyak 1.237 orang. Jumlah Panti Asuhan di Kota Kendari tahun 2006, sebagaimana disajikan pada Tabel 4.5.2, tercatat sebanyak 14 buah, yang menampung anak asuh sebanyak 720 orang. |
||||









