KDA - Pertanian PDF Print E-mail
Article Index
KDA - Pertanian
Halaman ke 2
Bab ini menyajikan data hasil pembangunan pada sektor pertanian di Kota Kendari. Data tersebut meliputi penggunaan tanah, Tanaman Pangan, Hortikultura (tanaman buah-buahan dan sayur-sayuran), tanaman perkebunan, Peternakan dan Perikanan.
    
5.1.    Penggunaan  Tanah

Data jenis penggunaan tanah tahun 2006 disajikan pada Tabel 5.1.1. Tabel tersebut merinci 12 jenis penggunaan tanah yaitu ; tanah sawah, tanah bangunan dan halaman sekitarnya, tanah tegal/kebun, tanah lading/huma, tanah padang rumput, tanah rawa yang tidak dapat ditanami, tanah tambak/kolam/tebat dan empang, tanah lahan yang sementara tidak diusahakan, lahan tanaman kayu-kayuan/hutan Rakyat, tanah hutan negara, tanah perkebunan dan tanah lain-lain.

Rincian penggunaan tanah tersebut yang terluas adalah bangunan dan halaman sekitarnya seluas 5.173 Ha atau 17,28 persen dari luas tanah di Kota  Kendari. Kedua tegal/kebun seluas 4.322 Ha atau 14,44 persen dan ketiga terbesar lainnya seluas 3.897 Ha atau 13,02 persen. Disamping itu terdapat hutan Negara seluas 3.481 Ha atau 11,63 persen dari luas tanah di Kota Kendari.

5.2.    Tanaman  Pangan

Jenis tanaman bahan makanan yang diusahakan di Kota Kendari terdiri dari : padi sawah, jagung, ubi kayu, ubi jalar, kacang tanah, kacang kedelai, dan kacang hijau. Data perkembangan luas panen tanaman bahan makanan tahun 2006 disajikan pada Tabel 5.2.1 sedangkan data produksi dan hasil perhektar tanaman bahan makanan masing-masing disajikan pada Tabel 5.2.2 dan 5.2.3. Produksi tanaman bahan makanan pada tahun 2006 tercatat 11.990 ton atau naik 11,65  persen dibanding tahun 2005.

Produksi tanaman bahan makanan tertinggi adalah ubi kayu mencapai 8.507 ton dan menunjukkan peningkatan sekitar 3,08 persen jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya sebesar 8.253 ton. Selanjutnya, produksi jagung sebesar 1.307 ton yang meningkat 40,24 persen dari tahun sebelumnya sebesar 932 ton. Menyusul produksi ubi jalar sebesar 1.164 ton yang berarti mengalami peningkatan 34,26 persen dibanding dengan tahun sebelumnya sebesar 867 ton. Produksi padi sawah 876 ton, berarti mengalami peningkatan 61,62 persen dibanding dengan tahun sebelumnya.
    
5.3.    Buah-buahan

Jenis tanaman buah-buahan yang diusahakan di Kota Kendari 19 jenis komoditi terdiri dari mangga, rambutan, duku/langsat, jeruk, jambu air, durian, pepaya, pisang, nenas, salak, nangka, srikaya, sawo, kedondong, belimbing, sukun, jambu biji, petai dan melinjo.

Data produksi buah-buahan yang diusahakan disajikan pada Tabel 5.3.1. Total produksi buah-buahan pada tahun 2006 tercatat 13.822 Kw atau turun 14,20 persen dibanding tahun 2005. Jenis buah-buahan yang mempunyai produksi tertinggi pada tahun 2006 adalah pisang sebanyak 4.361 Kw. Bila dibandingkan dengan tahun 2005, produksi pisang tersebut mengalami penurunan sebesar 3215 Kw, atau sekitar 42 persen. Produksi terbanyak kedua adalah pepaya sebanyak 2.628 Kw, bila dibandingkan dengan tahun sebelumnya produksi pepaya mengalami sedikit peningkatan, sebesar 2,18 persen. Produksi terbanyak ketiga adalah durian sebanyak 1.154 Kw, yang mengalami peningkatan cukup tajam dibanding tahun sebelumnya yaitu sebanyak 984 Kw. Produksi yang terendah adalah alpokat sebanyak 8 Kw.

5.4.     Sayur-sayuran

Jenis tanaman sayur-sayuran yang diusahakan terdiri dari 10 (sepuluh) jenis komoditi yaitu Kacang panjang,  Cabe Besar, Cabe rawit, Tomat, Terung, Buncis, Ketimun,  Kangkung, Bayam dan Petsai/sawi.

Produksi tanaman sayur-sayuran tahun 2006 menurut Kecamatan disajikan pada Tabel 5.4.1. Hasil produksi sayur-sayuran pada tahun 2006 tercatat 23.027 Kw atau naik sebesar 214,58 persen dibanding tahun 2005. Jenis sayuran yang produksinya paling tinggi adalah Kacang panjang mencapai 4.788 Kw, Sedangkan produksi terendah tanaman sayur-sayuran adalah Ketimun sebesar 388 Kw atau 1,68 persen.

5.5.    Tanaman  Perkebunan

Jenis tanaman perkebunan rakyat yang disajikan terdiri dari 13 jenis yaitu Kelapa, Kopi, Kapuk, lada, Cengkeh, Jambu mete, Kemiri, Coklat, Enau, Kelapa Hybrida, Asam Jawa, Pinang, Jahe. Dari 13 jenis tanaman perkebunan rakyat yang diusahakan maka yang sedang dikembangkan karena produksinya sangat potensi untuk ekspor baru 10 jenis  yaitu, Kelapa, Kopi, Kapuk, Lada, Cengkeh, Jambu Mete, Kemiri, Coklat, Kelapa Hybrida, Asam Jawa,dan Pinang.

Tabel 5.5.1. mengungkapkan bahwa pada tahun 2006 untuk jenis tanaman perkebunan rakyat yang dikembangkan di Kota Kendari rata-rata mengalami penurunan bila dibanding tahun 2005. Dari semua jenis tanaman tersebut 3 komoditas yang paling menurun yaitu Lada dari 116,60 ton  menjadi 24,68 ton di tahun 2006 atau turun sebesar 78,83 persen, Jambu mete dari 641,79 ton menjadi 96,56 ton atau turun sebesar 84,95 persen dan Coklat dari 591,25 ton menjadi 0,50 ton atau turun sebesar 99,91 persen.
5.6.    Peternakan

Jenis populasi ternak yang dikembangkan terdiri dari ternak besar, ternak kecil dan ternak unggas. Jenis ternak besar adalah Sapi, Kerbau, dan Kuda, jenis ternak kecil adalah Kambing, Domba, dan Babi sedangkan jenis ternak unggas adalah Ayam Kampung, Ayam Ras dan Itik/Manila.

Data populasi ternak besar di Kota Kendari menurut Kecamatan disajikan pada Tabel 5.6.1 sebarannya Kecamatan Mandonga 405 ekor sapi (18,00 persen), Kecamatan Poasia 459 ekor sapi (20.00 persen), Kecamatan Kendari 39 ekor sapi (2,00 persen), dan Kecamatan Baruga 761 ekor sapi (33,00 persen), Kecamatan Abeli 609 ekor sapi (27.00 persen). Ditinjau dari perkembangan populasi ternak besar selama kurun waktu 2005-2006 menunjukan bahwa populasi ternak sapi meningkat dari 2.249 ekor menjadi 2.273 ekor atau naik 1.07 persen, ternak kerbau tetap 31 ekor dari tahun 2005 ke 2006.

Populasi ternak kecil menurut Kecamatan selama kurun waktu 2002-2006 disajikan pada Tabel 5.6.5. Populasi ternak kambing meningkat dari 753 ekor pada tahun 2005 menjadi 895 ekor pada tahun 2006. Penyebaran populasi ternak Kambing   tahun 2006  adalah  Kecamatan  Mandonga  262 ekor (10,02 persen), Kecamatan Poasia 487 ekor (18,62 persen), Kecamatan Kendari 465 ekor (17,78 persen) Kecamatan Baruga 672 ekor (25,70 persen), Kecamatan Abeli 544 ekor (20,80 persen) dan Kecamatan Kendari Barat 185 ekor (7,07 persen dari total populasi). Perkembangan populasi ternak unggas selama kurun waktu tahun 2002-2006 disajikan pada Tabel 5.6.3. Populasi ternak unggas tahun 2005–2006 naik dari 657.525 ekor menjadi 678.070 ekor atau naik 3,12 persen per tahun.

Penyebaran populasi ternak ayam kampung adalah Kecamatan Mandonga 47.064 ekor (17,21 persen), Kecamatan Poasia 51.465 ekor (18,82 persen), Kecamatan Kendari 43.526 ekor (15,92 persen) dan Kecamatan Baruga 55.870 ekor  (20,43 persen), Kecamatan Abeli 49.778 ekor (18,20 persen), Kecamatan Kendari Barat 25.752 ekor (9,42 persen dari total populasi). Sedangkan  populasi Ayam Ras sebanyak 383.780 ekor, terdapat di Kecamatan Mandonga 93.159 ekor (24,27 persen), Kecamatan Poasia 131.294 ekor (34,21 persen), Kecamatan Kendari 24.243 ekor (6,32 persen) dan Kecamatan Baruga 72.196 ekor (18,81 persen), Kecamatan Abeli 38.448 ekor (10,02 persen) dan Kecamatan Kendari Barat 24.440 ekor (6,37 persen dari total populasi). Penyebaran populasi Itik/Manila sebanyak 5.329 ekor terdapat di Kecamatan Mandonga 491 ekor (9,21 persen), Kecamatan Poasia 563 ekor (10,56 persen), Kecamatan Kendari 339 ekor (6,36 persen) dan Kecamatan Baruga 2.139 ekor (40,14 persen), Kecamatan Abeli 1.498 ekor (28,11 persen) dan Kecamatan Kendari Barat 299 ekor (5,61 persen).

Jumlah ternak besar yang dipotong dan produksi daging disajikan pada Tabel 5.6.4 dan Tabel 5.6.7. Jumlah Ternak besar yang di potong pada tahun 2006 sebanyak 6.614 ekor atau naik sebesar 7,56 persen dari tahun 2005. Ternak besar yang dipotong terdiri dari sapi 6.564 ekor (99,24 persen), kerbau 48 ekor (0,73 persen) dan kuda 2 ekor (0,03 persen). Sedangkan hasil produksi tercatat daging sapi 1.283.262 Kg, daging kerbau 9.600 Kg dan daging kuda 300 Kg. Dibandingkan dengan tahun 2005 produksi daging sapi naik 7,91 persen, daging kerbau turun 27,27 persen.

Jumlah ternak kecil yang dipotong dan hasil produksi daging disajikan pada Tabel 5.6.5 dan Tabel 5.6.8. Ternak kecil yang dipotong pada tahun 2006 sebanyak 927 ekor atau naik 18,54 persen dari tahun 2005. Ternak kecil yang dipotong terdiri dari kambing 895 ekor (96,55 persen) dan babi 32 ekor (3,45 persen). Sedangkan hasil produksi tercatat daging kambing 11.187 Kg dibanding tahun 2005 produksi daging kambing naik 18,86 persen.

Jumlah ternak unggas yang dipotong dan hasil produksi disajikan pada Tabel 5.6.6 dan 5.6.9. Jumlah ternak unggas yang dipotong pada tahun 2006 tercatat 816.028 ekor atau naik sebesar 0,64 persen dibanding tahun 2005. Ternak unggas yang dipotong terdiri dari Ayam Kampung 460.052 ekor (56,38 persen), Ayam Ras 350.500 ekor (42,95  persen) dan Itik/Manila 5.476 ekor (0,67 persen) dari jumlah ternak unggas yang dipotong.

Hasil produksi daging Ayam Kampung tercatat 323.876 Kg (53,12 persen), daging Ayam Ras 281.451 Kg (45,16 persen) dan produksi daging Itik/Manila 4.397 Kg (0,72 persen) dari jumlah produksi ternak unggas.

Produksi telur unggas disajikan pada Tabel 5.6.10. Data pada Tabel tersebut menunjukkan bahwa produksi telur unggas tahun 2006 tercatat 2.102.626 butir atau naik sebesar 81.55 persen dibanding tahun 2005.  Produksi telur unggas terdiri dari telur Ayam Kampung sebanyak 811.695 butir (38.60 persen), telur Ayam Ras 1.268.078 butir (60,31 persen) dan telur Itik/Manila tercatat 22.853 butir (1,09 persen) dari total produksi telur unggas.

Realisasi vaksinasi ternak disajikan pada Tabel 5.6.11. Data pada Tabel tersebut menunjukkan bahwa realisasi vaksinasi ternak pada tahun 2006 sebanyak 1.500 dosis turun sebesar 99,67  persen. Jenis vaksinasi ternak yang digunakan hanya Rabies.

5.7.  Perikanan

Pembangunan perikanan di Kota Kendari meliputi perikanan laut (perairan) dan perikanan darat (tambak dan kolam). Data dalam Tabel 5.7.1 dan Tabel 5.7.2 menunjukkan bahwa pada tahun 2006 luas areal tambak yang terolah tercatat 171 Ha atau 71,55 persen dari luas areal potensi tambak sedangkan luas areal kolam yang terolah tercatat 56.25 Ha atau 11,25 persen dari  luas areal potensi kolam.

Produksi hasil perikanan laut dan perikanan darat disajikan pada Tabel 5.7.3 dan Tabel 5.7.4. Hasil produksi ikan pada tahun 2006 tercatat 25.586,87 ton atau naik 0,02  persen dibanding tahun 2005.

Hasil produksi ikan tersebut terdiri dari produksi perikanan laut 25.492,52 ton (99,63 persen) dan perikanan darat 94,35 ton (0,37 persen), sedangkan nilai jual hasil produksi perikanan darat disajikan pada Tabel 5.7.5. Nilai hasil produksi perikanan darat pada tahun 2006 sebesar Rp 1.830,12 juta atau naik sebesar 0,06 persen dibanding tahun 2005.


 
forum kota kendari

Telepon Penting

Pemadam Kebakaran 113
 322113
SARKendari396557
RSUD Sultra
321733
IGD RS Bhayangkara
321253
Gangguan PLN
123
Gangguan PDAM
327179
Telkom
147
Polresta Kendari321461
Polda Sultra
390005
Polsekta Poasia
321200
Polsekta Mandonga
323114
Polsekta Baruga
395305
Bappeda & PM Kendari
327361

Syndicate

Alamat Kontak

Badan Perencanaan Pembangunan Daerah dan Penanaman Modal  - BAPPEDA & PM  
Jl. Drs. H. Abdullah Silondae No.8
Telp./Fax. : (0401) 327361
Kendari 93121
Sulawesi Tenggara INDONESIA
email: This e-mail address is being protected from spam bots, you need JavaScript enabled to view it