KDA - Perindustrian, Listrik & Air Minum PDF Print E-mail
Article Index
KDA - Perindustrian, Listrik & Air Minum
Halaman ke 2
Bab ini menyajikan data serta ulasan secara ringkas hasil kegiatan pembangunan pada sektor industri, listrik dan air minum di Kota Kendari.

6.1. Industri

Sebagaimana yang diamanatkan oleh GBHN, pembangunan industri ditujukan untuk memperluas kesempatan kerja, meratakan kesempatan berusaha, meningkatkan ekspor dalam menunjang pembangunan daerah dengan memanfaatkan sumber alam dan energi serta sumber daya manusia. Sejalan dengan itu, maka dewasa ini pemerintah memberikan kesempatan seluas luasnya kepada masyarakat untuk membuka berbagai kegiatan dalam bidang industri.

Dalam penyajian data tentang industri dikelompokkan menurut banyaknya tenaga kerja yang bekerja pada industri tersebut yaitu; industri besar dan industri sedang. Perusahaan Industri yang memiliki tenaga kerja 100 orang atau lebih diklasifikasikan sebagai perusahaan industri besar, 20 sampai dengan 99 orang diklasifikasikan sebagai industri sedang.

Data perusahaan industri yang disajikan dalam bab ini diperoleh dari hasil Survei Industri Besar dan Sedang tahun 2005.

Dari hasil Survei Industri menunjukkan bahwa jumlah perusahaan industri besar/sedang di Kota Kendari tahun 2005, sebagaimana yang disajikan pada Tabel 6.1.1, tercatat sebanyak 18 buah perusahaan dan menyerap tenaga kerja sebanyak 2.095 orang. Menurut status pekerjaan mereka, terdapat sebanyak 1.841 orang atau 87,88 persen adalah tenaga kerja produksi dan sebanyak 254 orang atau 12,12 persen adalah tenaga kerja lainnya.

Pada Tabel 6.1.2 disajikan data pengeluaran industri besar/sedang untuk tenaga kerja, Pengeluaran perusahaan industri besar/sedang untuk tenaga kerja tahun 2005 sebesar Rp. 13,1 miliar.

Nilai output dan input perusahaan industri besar/sedang yang lebih rinci bisa dilihat pada Tabel 6.1.3 dan pada Tabel 6.1.4. Dari tabel tersebut dapat dilihat bahwa nilai output perusahaan industri besar/sedang tahun 2005 sebesar Rp. 208,68 miliar sedangkan biaya inputnya sebesar  Rp. 155,28 miliar.

Uraian nilai output dan biaya input perusahaan industri besar/sedang menurut Kecamatan/golongan industri dapat dilihat pada Tabel 6.1.5. Nilai tambah atas dasar harga pasar tahun 2005 adalah sebesar Rp. 53,4 miliar dan nilai tambah atas biaya faktor sebesar Rp. 53,06 miliar.

6.2. Listrik

Kebutuhan masyarakat di Kota Kendari akan tenaga Listrik atau penerangan listrik sebagian besar diperoleh dari perusahaan Listrik Negara (PLN) sisanya diperoleh dari luar PLN atau Non PLN.

Pembangunan jaringan listrik yang dilaksanakan oleh PLN semakin ditingkatkan dan diperluas sampai ke pelosok pedesaan. Indikator yang dapat mengukur kegiatan pembangunan perlistrikan di Kota Kendari selama tahun 2002 2006 disajikan pada Tabel 6.2.1 dan Tabel 6.2.2.

Pada tahun 2006 tercatat jumlah langganan sebanyak 38.108 pelanggan, dan tenaga listrik yang terjual sebanyak 94.580.472 Kwh dengan nilai penjualan sebesar Rp. 60.839 juta. Dibandingkan dengan tahun lalu maka jumlah pelanggan turun sebesar 68,12 persen dari 119.541 pelanggan pada tahun 2005.

Sementara itu jumlah tenaga listrik yang terjual mengalami peningkatan yakni sekitar 98,50 persen yaitu dari 84.988.092 Kwh pada tahun 2004 menjadi 168.702.775 Kwh pada tahun 2005, di sisi lain nilai penjualan meningkat sebesar 94,11 persen yaitu dari Rp. 51.881,1 juta pada tahun 2004 menjadi Rp. 100.709 juta pada tahun 2005.

Tabel 6.2.2, menunjukkan bahwa perkembangan daya terpasang mengalami penurunan sebesar 13,84 persen pertahun yaitu dari 64.044 ribu Kwh tahun 2005 turun menjadi 55.180 ribu Kwh tahun 2006. Sementara itu produksi listrik juga mengalami peningkatan sebesar 6,72 persen yaitu dari 192.927.811 Kwh tahun 2005 naik menjadi 205.896.143 Kwh pada tahun 2006. Sementara tenaga listrik yang terjual menurun yaitu dari 168.702.775 Kwh pada tahun 2005 menjadi 94.580.492 Kwh pada tahun 2006, demikian pula nilai penjualan menurun yaitu dari Rp. 100.709 juta pada tahun 2005 turun menjadi Rp. 60.839 juta pada tahun 2006.
    
6.3. Air Minum

Data tentang jumlah air minum, jumlah pelanggan, volume air minum yang disalurkan dan nilai air minum dan tenaga kerja disajikan pada Tabel 6.3.1 sampai dengan Tabel 6.3.4. Berdasarkan data pada Tabel 6.3.4, perusahaan air minum di Kota Kendari pada tahun 2006 mempekerjakan 172 orang tenaga kerja, terdiri dari laki-laki 148 orang dan 24 orang untuk tenaga perempuan.

Jumlah pelanggan air minum pada tahun 2006 terdiri dari rumahtangga sebanyak 15.402 pelanggan (93,41 persen), badan sosial dan rumah sakit 111 pelanggan (0,67 persen), toko, perusahaan dan industri 687 pelanggan (4,17 persen) dan instansi pemerintah 289 pelanggan (1,75 persen). Jumlah pelangggan air minum pada tahun 2006 mengalami  peningkatan dibanding pada tahun 2005 yaitu bertambah sebanyak 249 pelanggan atau naik 1,53 persen.

Volume air minum yang disalurkan pada tahun 2006 tercatat 3,08 juta M3 dengan nilai Rp. 10,3 miliar. Jika dibandingkan dengan tahun 2005 berarti nilai air minum yang disalurkan naik Rp. 1,3 miliar atau naik 15.592 persen.



 
forum kota kendari

Telepon Penting

Pemadam Kebakaran 113
 322113
SARKendari396557
RSUD Sultra
321733
IGD RS Bhayangkara
321253
Gangguan PLN
123
Gangguan PDAM
327179
Telkom
147
Polresta Kendari321461
Polda Sultra
390005
Polsekta Poasia
321200
Polsekta Mandonga
323114
Polsekta Baruga
395305
Bappeda & PM Kendari
327361

Syndicate

Alamat Kontak

Badan Perencanaan Pembangunan Daerah dan Penanaman Modal  - BAPPEDA & PM  
Jl. Drs. H. Abdullah Silondae No.8
Telp./Fax. : (0401) 327361
Kendari 93121
Sulawesi Tenggara INDONESIA
email: This e-mail address is being protected from spam bots, you need JavaScript enabled to view it