Beranda
Dokumen Perencanaan
Kendari Dalam Angka 2006
Perhotelan
Dokumen Perencanaan
Kendari Dalam Angka 2006
Perhotelan | KDA - Perhotelan |
|
|
|
|
Perkembangan fasilitas akomodasi hotel dalam satu wilayah, secara tidak langsung akan ikut menggairahkan dan menunjang aktivitas ekonomi secara luas. Ketersediaan fasilitas akomodasi hotel yang semakin memadai, akan mendorong aktivitas sektor perdagangan, sektor angkutan, kepariwisataan serta berbagai sektor ekonomi yang lain. Ketersediaan fasilitas dan aktivitas perhotelan di Kota Kendari hingga keadaan tahun 2006 dapat dilihat pada Tabel 9.1. sampai dengan Tabel 9.6. Jumlah akomodasi hotel yang tersedia di wilayah Kota Kendari dari tahun ke tahun tampak mengalami perkembangan. Pada tahun 2004 jumlah akomodasi hotel di Kota Kendari sebanyak 57 buah, meningkat menjadi 62 buah pada tahun 2005 atau terjadi peningkatan sekitar 8,77 persen. Bersamaan dengan itu secara otomatis ketersediaan fasilitas kamar maupun tempat tidur akan ikut meningkat. Secara keseluruhan jumlah kamar hotel yang tersedia pada tahun 2004 sebanyak 636 kamar, meningkat menjadi 715 buah kamar pada tahun 2005 yang berarti meningkat sekitar 12,42 persen. Begitu pula dengan jumlah fasilitas tempat tidur juga ikut meningkat, dari 1.243 buah tempat tidur yang tersedia pada tahun 2004 meningkat menjadi 1.332 buah tempat tidur pada tahun 2005 atau mengalami peningkatan sekitar 7,16 persen. Dalam tahun 2006, banyaknya tamu yang datang menginap khususnya tamu dalam negeri meningkat dari 59.065 tahun 2005 menjadi 61.232 di tahun 2006 atau meningkat 3,54 persen sebaliknya tamu asing, menunjukkan penurunan dari 335 orang tahun 2005 menjadi 297 orang tahun 2006. Perlu pula di ketahui bahwa publikasi hotel yang ditampilkan pada tahun 2006 tidak disajikan hotel berbintang oleh karena hotel berbintang yang biasanya dimaksud sementara tidak beroperasi (direnofasi ) dan sampai saat ini belum beroperasi. Secara umum, rata-rata lamanya menginap tamu dalam negeri lebih pendek dibanding dengan tamu asing. Pada tahun 2006, rata-rata lama menginap tamu dalam negeri mencapai 2,07 hari. Dan untuk tamu asing sebesar 3,24 hari. Salah satu indikator yang menunjukan kemajuan dalam sektor perhotelan adalah tingkat penghunian kamar, makin tinggi angka tingkat penghunian kamar yang dimiliki oleh sekelompok hotel/akomodasi pada suatu daerah, menunjukan makin sehat kehidupan perhotelan tersebut. Selama kurun waktu lima tahun terakhir tahun 2002-2006, perkembangan tingkat penghunian kamar hotel non bintang memperlihatkan adanya penurunan. Pada tahun 2002, tingkat penghunian kamar mencapai 43,13 persen, mengalami penurunan menjadi 41,37 persen pada tahun 2003 dan setiap tahun terus menunjukkan penurunan hingga tahun 2006 tingkat penghunian kamar hotel hanya sekitar 33,82 persen. Untuk lebih rincinya dapat dilihat pada Tabel 9.5. Selain tingkat penghunian kamar, indikator lain untuk melihat kemajuan dalam usaha jasa perhotelan adalah tingkat pemakaian tempat tidur. Selama tiga tahun terakhir tahun 2003-2005, tingkat pemakaian tempat tidur hotel non bintang angkanya relatif konstan interval 32,27 persen sampai dengan 32,99 persen, tetapi menurun pada tahun 2006 menjadi 28,09. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada Tabel 9.6. Gambar/Figure 9.1 BANYAKNYA HOTEL/AKOMODASI, KAMAR DAN TEMPAT TIDUR DI KOTA KENDARI Number of Hotel/Accommodation, Room and Bed in Kendari City 2001 - 2005 ![]() Gambar/Figure 9.2 BANYAKNYA TAMU PADA HOTEL BERBINTANG DAN NON BERBINTANG Number of Guest at Classified and non Classified Hotel 2002 - 2006 ![]() Gambar/Figure 9.3 RATA-RATA LAMANYA MENGINAP TAMU ASING PADA HOTEL BERBINTANG DAN NON BERBINTANG Average Length of Stay of Foreign Guest at Classified and non Classified Hotel 2002 - 2006 ![]() |












