KDA - Keuangan dan Harga-Harga PDF Print E-mail
Article Index
KDA - Keuangan dan Harga-Harga
Halaman ke 2
Bab ini memuat data serta ulasan ringkas mengenai kegiatan pembangunan di bidang keuangan pemerintah daerah, perbankan dan harga harga serta kegiatan penunjang sektor lembaga keuangan.

10.1. Keuangan Pemerintah Daerah.

Kegiatan pemerintahan dan pembangunan akan berjalan lancar apabila didukung oleh tersedianya biaya yang memadai. Sehubungan dengan hal tersebut, pemerintah Kota Kendari menyediakan biaya dari dua sumber : pertama bersumber dari Pendapatan Asli Daerah (PAD, seperti penerimaan pajak pajak daerah, retribusi daerah, penerimaan dari dinas dinas, bagian laba dari perusahaan daerah yang berasal dari pemberian pemerintah atau instansi yang lebih tinggi, penerimaan lain lain, dan urusan kas dan perhitungan). Kedua, bersumber dari dana perimbangan yang dialokasikan oleh Pemerintah Pusat.

Sumber keuangan pemerintah daerah Kota Kendari tahun ini pada prinsipnya sama saja dengan yang dilakukan pada tahun sebelumnya, walaupun pada setiap tahunnya selalu dilakukan konsentrasi pada sumber-sumber pendapatan tertentu yang masih memungkinkan untuk ditingkatkan guna mengantisipasi tantangan kebutuhan yang terus meningkat sebagai dinamika dari pada pembangunan itu sendiri.
     
Pada tahun anggaran 2006 realisasi pendapatan daerah Kota Kendari sebagaimana tercatat pada Tabel 10.1.2, mengalami peningkatan dari yang direncanakan mencapai angka sebesar Rp. 332,06 miliar lebih atau mencapai sekitar 102,7 persen dari target yang direncanakan. Pendapatan tersebut terdiri dari PAD sebesar Rp. 20 miliar lebih atau sekitar 6,06 persen dari total realisasi pendapatan dan selebihnya adalah bersumber dari dana perimbangan dan lain-lain pendapatan yang sah. Dana perimbangan mencapai Rp. 311,9 miliar lebih atau mencapai sekitar 93,82 persen dari total realisasi pendapatan, sedangkan lain-lain pendapatan yang sah mencapai Rp. 400 juta atau 0,12 persen dari total realisasi pendapatan. Secara keseluruhan total realisasi pendapatan tahun anggaran 2006 menunjukkan peningkatan 57,68 persen jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

Sementara total realisasi pengeluaran daerah Kota Kendari tahun anggaran 2006 mencapai angka sebesar Rp. 296,06 miliar lebih atau 88,47 persen dari target anggaran pengeluaran yang direncanakan, atau sekitar 89,16 persen dari total realisasi pendapatan. Untuk porsi pengeluaran aparatur daerah sekitar Rp. 121,7 miliar lebih atau sebesar 41,11 persen dan pengeluaran pelayanan publik sekitar Rp. 174,3 miliar lebih atau sekitar 58,89 persen. Dibandingkan  dengan  realisasi  pengeluaran  tahun anggaran  yang lalu sebesar Rp. 208,3 miliar lebih, berarti total realisasi pengeluaran tahun 2006 meningkat sekitar 42,12 persen.

10.2.  Perbankan

Kebijakan pemerintah melakukan restrukturisasi dunia perbankan terus digalakkan untuk meningkatkan kinerja dan efisiensi, dan dampak dari upaya tersebut secara berangsur mulai dirasakan.

Jumlah kantor bank di Kota Kendari, dari 23 kantor bank pada tahun 2005 meningkat menjadi 24 buah pada tahun 2006. Penambahan tersebut, bukan berarti adanya kantor bank yang baru secara kelembagaan, tetapi hanya merupakan perluasan unit-unit pelayanan dari bank-bank yang telah ada di Kota Kendari dalam rangka memberikan pelayanan optimal terhadap permintaan nasabah yang semakin meningkat. Keadaan seperti itu sekaligus menjadi salah satu indikator tentang adanya peningkatan aktivitas ekonomi masyarakat.

Indikator kinerja perbankan di Kota Kendari seperti pada Tabel 10.2.4 tampak menunjukkan peningkatan, dari 28.973 rekening kredit perbankan pada tahun 2005 meningkat menjadi 36.968 rekening pada tahun 2006 atau meningkat sekitar 27,59 persen. Demikian pula jika dilihat dari nilai kredit pada tahun 2005 sebesar Rp. 849.561 juta meningkat menjadi Rp. 2.314,4 miliar pada tahun 2006 atau mengalami peningkatan  sebesar 172,42 persen.

Distribusi pinjaman perbankan bila ditinjau menurut sektor ekonomi, terlihat bahwa sektor jasa-jasa menyerap sekitar 45,03 persen, sektor perdagangan menyerap sekitar 39,93 persen, sektor pertanian menyerap sekitar 10,88 persen, sektor konstruksi menyerap sekitar 2,57 persen dan perindustrian menyerap sebanyak 0,85 persen, pengangkutan 0,58 persen, pertambangan 0,16  persen, listrik, gas dan air 0,002 persen.

Pada Tabel 10.2.5 terlihat adanya peningkatan jumlah nasabah dan nilai tabungan masyarakat pada kantor bank yang ada di Kota Kendari, dari 214.169 nasabah pada tahun 2005 meningkat menjadi 221.389 nasabah pada tahun 2006 atau naik sebesar 3,37 persen. Dan total nilai tabungan mengalami peningkatan 372,43 persen dari sebesar Rp. 611.177 juta pada tahun 2005 meningkat menjadi Rp.2.887.363 juta pada tahun 2006.

Berdasarkan jenis tabungan, jenis tabungan yang dapat ditarik setiap saat (current account) tampak banyak diminati masyarakat Kota Kendari. Terdapat sebanyak 99,21 persen dari seluruh nasabah memanfaatkan jenis tabungan tersebut, dengan nilai tabungan mampu menyerap sekitar 64,10 persen dari total nilai tabungan yang ada di Kota Kendari.

10.3. Harga harga

Kegiatan pencatatan harga pada kurun waktu tertentu merupakan aktivitas yang sangat penting dalam memantau kegiatan perekonomian, karena harga merupakan salah satu indikator makro ekonomi untuk mengukur tingkat stabilitas ekonomi atau keseimbangan antara penawaran dan permintaan akan barang dan jasa.

Untuk mengetahui besarnya inflasi yang terjadi di Kota Kendari dapat dilihat dari perubahan Indeks Harga Konsumen (IHK) seperti tercantum pada Tabel 10.4.3. Rata-rata Indeks umum harga konsumen tahun 2005 sebesar 128,91 dengan tingkat inflasi sebesar 21,45 persen dan tahun 2006 rata-rata indeks umum harga konsumen sebesar 149,68 dengan tingkat inflasi sebesar 10,57. Dalam tahun 2006 inflasi tertinggi di Kota Kendari terjadi di bulan Nopember sebesar 1,99 persen dan terjadi deflasi pada bulan Oktober  sebesar  -0,66 persen.

Pada Tabel 10.4.1 kita dapat melihat fluktuasi perubahan harga 9 bahan pokok yang terjadi di Kota Kendari selama tahun 2003–2006. Secara umum terlihat indeks umum harga 9 bahan pokok di Kota Kendari pada tahun 2003 sebesar 143,84 meningkat menjadi 145,55 pada tahun 2004 atau meningkat 2 poin, selanjutnya pada tahun 2005 juga meningkat mencapai sebesar 179,22 atau meningkat 34 poin, serta 221,77 di tahun 2006 atau meningkat  42 poin dibanding tahun sebelumnya.
    
Pada Tabel 10.4.2 secara riil terlihat perkembangan harga rata-rata 9 macam bahan pokok  di Kota Kendari dalam kurun tahun 2003–2006 berturut-turut : Beras seharga Rp. 4.068,00 per kg meningkat sekitar 22,75 persen dibanding tahun sebelumnya, Ikan Asin Teri seharga Rp 33.929,00 meningkat sekitar 17,76 persen dibanding tahun sebelumnya, Minyak Kelapa seharga Rp. 3.395,00 per botol menurun sebesar 12,29 persen dibanding tahun sebelumnya, selanjutnya Gula Pasir seharga Rp. 6.530,00 per kg meningkat sekitar 8,78 persen dibanding tahun sebelumnya, Garam Hancur seharga Rp. 2.667,00 per kg pada tahun 2006 dengan peningkatan sebesar 6,68 persen dibanding tahun sebelumnya, Minyak Tanah seharga Rp. 2.852,00 per liter pada tahun 2006 meningkat 49,86 persen dibanding tahun sebelumnya, Textil Tetoron seharga Rp. 21.896,00 per meter pada tahun 2006 mengalami peningkatan dibanding tahun sebelumnya sebesar 41,26 persen. Selain itu Batik seharga Rp. 20.000 per helai pada tahun 2006 tidak mengalami perubahan dibanding tahun sebelumnya.



 
forum kota kendari

Telepon Penting

Pemadam Kebakaran 113
 322113
SARKendari396557
RSUD Sultra
321733
IGD RS Bhayangkara
321253
Gangguan PLN
123
Gangguan PDAM
327179
Telkom
147
Polresta Kendari321461
Polda Sultra
390005
Polsekta Poasia
321200
Polsekta Mandonga
323114
Polsekta Baruga
395305
Bappeda & PM Kendari
327361

Syndicate

Alamat Kontak

Badan Perencanaan Pembangunan Daerah dan Penanaman Modal  - BAPPEDA & PM  
Jl. Drs. H. Abdullah Silondae No.8
Telp./Fax. : (0401) 327361
Kendari 93121
Sulawesi Tenggara INDONESIA
email: This e-mail address is being protected from spam bots, you need JavaScript enabled to view it